20 December 2015

Di era teknologi seperti sekarang, laptop bukan lagi perangkat elektronik mahal. Anda dapat menemukan laptop dalam merek dan harga yang beragam. Meski begitu, ternyata masih banyak orang yang ingin membeli laptop bekas. Alasannya pun beragam, bisa karena budget terbatas atau kebutuhan yang amat mendesak. Jika Anda salah satu orang yang tertarik membeli laptop bekas tersebut, perhatikan poin-poin di bawah ini supaya tidak rugi dan menyesal.




1. Periksa Kondisi Fisik Laptop

Kondisi laptop bekas memang tidak semulus yang baru dan tidak selalu mencerminkan isinya. Namun, tampilan luar bisa menjadi refleksi dari cara pengguna sebelumnya dalam memperlakukan perangkat tersebut. Lihat setiap sisi dan sudut dari laptop. Cari apakah ada goresan atau cacat lain pada bagian luarnya. Periksa kelengkapan papan ketik maupun kejernihan layar dari laptop bekas itu. Jangan lupakan port dan engsel laptop yang biasanya rentan akan kerusakan. Jangan ragu untuk meminta penjual untuk menyalakan perangkat tersebut supaya Anda bisa melakukan uji coba.

2. Ketahanan Baterai dan Charger
Sebagai sumber kehidupan dari laptop, Anda tentu harus mengetahui bagaimana kondisi dari baterai maupun charger-nya. Tanyakan pada penjual mengenai ketahanan daya baterai, apakah masih cukup bagus atau sudah mulai bermasalah. Anda juga bisa melakukan pemeriksaan dengan mengisi daya baterainya, sekaligus mengecek kondisi charger laptop. Akan lebih baik kalau kedua komponen ini masih memiliki kinerja yang bagus. Namun, kalau salah satunya bermasalah, terutama baterai, Anda mungkin harus berpikir ulang untuk membelinya. Apalagi kalau Anda membutuhkan laptop untuk mengerjakan tugas yang cukup banyak.

3. Mengetahui Usia Laptop
Seperti halnya ponsel, kinerja laptop pun akan semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Umumnya, performa terbaik laptop akan berlangsung selama tiga hingga empat tahun. Jika tidak dirawat dengan benar, mungkin akan lebih pendek dari itu. Maka, Anda harus mengetahui berapa usia dari laptop bekas yang akan dibeli. Jangan senang dulu kalau usia laptop tersebut belum sampai satu tahun. Sebab, siapa tahu dari penggunaan sebelumnya, ada beberapa komponen yang rusak dan harus diganti. Namun, tidak menutup kemungkinan kondisinya masih bagus karena pengguna sebelumnya bosan dan memilih menjual laptop tersebut.

4. Memeriksa Software dan Hardware

Dua komponen ini tidak bisa dilepaskan dari laptop. Untuk memeriksa software, Anda tentunya harus tahu dahulu bagaimana kinerja hardware-nya. Hardware atau perangkat keras terbilang riskan terkena kerusakan, terutama pada bagian hard disk. Anda bisa memeriksanya dengan menjalankan beberapa program yang masih ada dalam laptop tersebut. Kalau sudah lamban, bahkan transfer data pun tidak cepat, bisa dipastikan ada masalah pada hard disk-nya. Anda juga harus memeriksa kondisi dan kapasitas RAM sebagai salah satu perangkat keras terpenting untuk laptop. Selain itu, jangan lupa periksa kipas atau fan yang berfungsi untuk mendinginkan komputer jinjing tersebut.

5. Cek Garansi Kerusakan

Garansi laptop berbeda-beda dan disesuaikan dengan mereknya. Namun, garansi untuk laptop bekas ternyata jauh lebih pendek, berkisar antara satu minggu hingga satu bulan. Anda tentunya tidak mau mengambil risiko lebih banyak, jadi tak ada salahnya untuk menanyakan garansi kerusakan dari laptop tersebut. Ketahui juga apa saja kerusakan yang dicakup oleh garansi tadi. Sehingga, saat laptop bekas itu mengalami kerusakan setelah dibeli, Anda bisa kembali dan tidak perlu membayar untuk perbaikannya.


EmoticonEmoticon