13 December 2015

Bulan November 2015 salah satu perusahaan smartphone dari negeri Cina, Huawei, melalui ajang pameran teknologi di Nagoya, Jepang, memamerkan teknologi terbaru untuk smartphone mereka. Meskipun masih dalam proses pengembangan, teknologi yang dipamerkan mampu menarik perhatian banyak kalangan, terutama pesaing dari Huawei sendiri. Teknologi yang dimaksud adalah teknologi Quick Charging. Yaitu, teknologi pengisian baterai pada smartphone yang hanya memerlukan waktu pengisian secara singkat. Melalui uji prototipe baterai smartphone Huawei berhasil mengisi daya hingga kapasitas 48% hanya dalam waktu lima menit. Tentu bagi pengguna smartphone menjadi tertarik dengan tenologi Quick Charging yang dipamerkan oleh Huawei. Mengingat perkembangan smartphone saat ini terbilang lemah pada pengisian baterai. Banyak pengguna smartphone yang masih harus menunggu hingga berjam-jam sampai daya baterai smartphone tersebut penuh. Belum lagi setelah baterai terisi penuh, daya baterai kembali cepat drop. Untuk itu, melalui teknologi Quick Charging inilah perusahaan Huawei mencoba sedikit demi sedikit memperbaiki kualitas dari smartphone mereka.

 
Penelitian oleh Huawei Watt Lab

Teknologi Quick Charging tidak sebatas teknologi terbaru karena perusahaan Huawei melakukannya melalui penelitian. Penelitian dilakukan oleh Huawei Watt Lab, tim peneliti tersebut berasal dari Central Research Institute Huawei. Tim peneliti melakukan penelitian guna menemukan teknologi pengisian baterai yang lebih cepat untuk smartphone.

Hasil Penelitian oleh Huawei Watt Lab


Uji coba dilakukan dengan dua buah smartphone yang memiliki kapasitas daya baterai berbeda. Kedua buah smartphone tersebut sama-sama dalam kondisi baterai kosong. Satu buah smartphone memiliki kapasitas sebesar 600 mAh dan satu lagi 3000 mAh. Hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa pengisian smartphone dengan daya baterai kosong hingga terisi dengan kapasitas 48%, hanya memerlukan waktu sekita lima menit untuk baterai smartphone 3000 mAh. Sedangkan untuk kapasitas 600 mAh hingga terisi 68% perlu waktu dua menit. Menariknya lagi adalah setelah baterai berkapasitas 3000 mAh tersebut terisi penuh, daya baterai dapat bertahan hingga sepuluh jam lamanya.

Pengembangan Teknologi Revolusi Huawei


Saat ini beberapa perusahaan juga sedang berusaha mencari cara agar saat mengisi daya smartphone tidak memerlukan waktu lama. Beberapa perusahaan smartphone masih mengedepankan fitur Qualcomm dalam teknologi Quick Charge. Dipadukan dengan chipset Snapdragon. Namun untuk perusahaan Huawei, mereka hendak mengembangkan teknologi terbaru melalui prosesor yang masih terus dikembangkan oleh perusahaan Cina ini. Meski masih dalam prototipe, teknologi Quick Charge akan banyak menarik minta pasar teknologi di kemudian hari. Sebab menurut perusahaan Huawei, smartphone yang memiliki fitur Qualcomm bersama chipset Snapdragon belum mumpuni dalam melakukan teknologi Quick Charging.

Terobosan Terbaru di Masa Depan


Perusahaan Huawei masih terus melakukan uji coba melalui penelitian di laboratorium milik mereka. Jika perusahaan Huawei berhasil, maka tidak hanya smartphone yang dapat mengisi daya baterai dengan cepat. Namun juga peralatan elektronik lainnya yang memerlukan pengisian daya baterai. Tim peneliti dari Vanderbilt University juga melakukan penelitian teknologi Quick Charging dengan metode Quantum Dots of Iron Pyrite. Namun prototipe baterai ternyata belum sesuai untuk disandingkan sebagai baterai smartphone karena dianggap belum kuat.

Tinggal tunggu saja perusahaan Huawei segera meluncurkan smartphone seri terbaru yang sudah mengusung teknologi Quick Charging. Sehingga bagi pengguna smartphone, terutama pecinta dari Huawei, tampaknya harus bersabar. Sembari menanti kehadiran dari teknologi Quick Charging, pengguna smartphone dapat terus mengupdate informasi terkait dunia teknologi.


EmoticonEmoticon